mengenalkan anak pada dunia digital
kemajuan teknologi hampir disegala bidang membuat keluarga diindonesia mulai mengenalkan berbagai peralatan elektronik, baik teknologi digital, multimedia hingga internet pun mulai merambah ke hampir setiap rumah dikota besar. seiring perkembangan zaman, mau tak mau orang tua harus mulai memperkenalkan teknologi kepada anak-anak sejak awal. wawasan teknologi perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini, mengingat penggunaannya berkaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
dengan memperkenalkan teknologi kepada anak, orangtua telah mempersiapkan mereka untuk mengerti dan memanfaatkan teknologi secara tepat guna. sehigga mereka memliki dasar untuk menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan kompetitif di masa datang. dari sisi edukasi, teknologi akan menjadi cara belajar baru yang lebih menyenangkan bagi anak-anak, terutama pada komputer, dimana tersedia permainan yang dilengkapi dengan gambar dan suara sehingga tidak membuatnya cepat bosan. dari sisi baiknya, anak menjadi lebih tekun dan terpicu untuk lebih berkonsentrasi. pada akhirnya anak-anak akan mengerti bahwa teknologi bukan sesuatu yang rumit, malah akan mendukung aktivitas dan kreativitas mereka. disisi lain, orangtua perlu mewaspadai sisi negatif. karena jika luput dari pantauan orangtua, anak-anak dapat menghabiskan waktunya duduk berjam-jam di depan komputer untuk bermain. akibatnya ia tak mau bersosialisasi dengan temannya maupun keluarganya.
mengenalkan teknologi memang ada untung ruginya namun semua itu tergantung dari kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi penggunaannya. untuk itu peranan orangtua sangat penting dan dibutuhkan dalam memanfaatkan komputer tersebut. idealnya orangtua yang memperkenalkan teknologi kepada anak. namun faktanya saat ini banyak orangtua yang mengikuti perkembangan teknologi. akhirnya anak mencari tahu sendiri tentang teknologi tersebut, entah melalui teman sekolah atau teman sepergaulan. apalagi jika dirumah tidak memiliki komputer, anak akan melangkah ke warung internet yang di kota besar keberadaan tempat menjelajah alam maya tersebut tidaklah sulit ditemukan. kadang pula tugas disekolah menuntut anak harus mengerti komputer, misalnya mengerjakan tugas yang hasilnya di print dengan rapi atau mencari bahan pelajaran di internet. tak hanya anak SMP, sekarang anak SD pun sudah banyak yang pandai mengetik dengan komputer bahkan membuat email dan mengirim pesan kepada orang lain. belum lagi memahami cara browsing dan chatting. akhirnya anak jadi lebih pintar dalam hal teknologi dibanding orangtua nya. jika orangtua tidak menyikapi perkembangan intelektual anak yang demikian, dikhawatirkan anak akan tidak terarah dalam memanfaatkan teknologi.
selain mereka gunakan untuk keperluan pembelajaran, kadangpula komputer digunakan anak untuk bermain game. selain game yang terinstall dikomputer rumah, game lainnya adalah yang beredar di alam maya yang dapat dimainkan oleh seluruh orang dipenjuru dunia. kalau sudah demikian, akhirnya keberadaan komputer akan lebih banyak berfungsi sebagai game center dari pada alat untuk membantu pekerjaan atau mendapatkan informasi bermanfaat.
teknologi memang ibarat dua sisi mata pisau, bisa berakibat positif namun bisa pula berdampak negatif, sebab itu orangtua hendaknya selalu mengikuti perkembangan jaman agar anak-anaknya tidak salah dalam menyikapi teknologi.
sumber metro banjar
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak-anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak-anak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Februari 2009
Senin, 15 Desember 2008
MENGATASI ANAK YANG SERING NGOMPOL
Mengompol sebetulnya merupakan hal yang wajar dan sering dilakukan oleh anak usia BALITA. tetapi, kalau kebiasaan ini berlanjut sampai anak berumur di atas lima tahun, hal ini perlu menjadi perhatian orangtua. dalam menghadapi kasus seperti ini, sebaiknya orangtua tidak mengolok-olok anak, memarahi atau saling menyalahkan antara ibu dan ayah. usahakanlah untuk mulai menangani masalah tersebut secara nyata.
Mengompol, yang disebabkan oleh faktor kejiwaan, dapat merupakan akibat dari kecemasan, atau ketegangan yang dialami oleh anak. jadi, semakin anak dimarahi atau disudutkan dengan ejekan, anak akan menjadi semakin cemasdan sulit untuk menghentikannya. langkah yang sebaiknya diusahakan oleh orangtua untuk mengatasi permasalahan ini antara lain sebagai berikut :
1. Menelusuri hal-hal yang diduga menjadi sumber penyebab kecemasan anak sebagai sumber masalah kemudian mengupayakan jalan pemecahannya.
2. Lakukan pendekatan yang bijaksana agar kepercayaan diri anak tidak hancur.
3. Biasakanlah agar anak tidak minum terlalu banyak menjelang waktu tidur.
4. Usahakan agar anak dibiasakan untuk pergi ke kamar kecil sebelum naik ke tempat tidur. kira-kira 2 jam setelah tidur. usahakan pula untuk membangunkan anak dengan lembut, agar ia dapat pergi ke kamar kecil lagi.
5. Ada baiknya anak juga dilibatkan untuk mengatasi masalah akibat perbuatannya itu (mengompol) dengan suatu tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawabnya, misalnya dengan mengganti alas tidurnya atau menjemur kasurnya pada pagi hari. jadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan, sehingga anak pun terbiasa mengatasi masalahnya dengan jiwa yang optimis.
6. Apabila kebiasaan mengompol ini masih terus berlanjut dan penyebabnya adalah faktor fisik. kita dapat segera membawanya ke dokter ahli.
Pendekatan yang bijaksana akan lebih mudah menyelesaikan persoalan dibandingkan dengan cara-cara yang kasar atau memojokkan anak. dengan demikian usaha untuk menghentikan kebiasaannya mengompol juga akan dilakukan dengan sepenuh hati.
Sumber : Majalah Tika
Mengompol, yang disebabkan oleh faktor kejiwaan, dapat merupakan akibat dari kecemasan, atau ketegangan yang dialami oleh anak. jadi, semakin anak dimarahi atau disudutkan dengan ejekan, anak akan menjadi semakin cemasdan sulit untuk menghentikannya. langkah yang sebaiknya diusahakan oleh orangtua untuk mengatasi permasalahan ini antara lain sebagai berikut :
1. Menelusuri hal-hal yang diduga menjadi sumber penyebab kecemasan anak sebagai sumber masalah kemudian mengupayakan jalan pemecahannya.
2. Lakukan pendekatan yang bijaksana agar kepercayaan diri anak tidak hancur.
3. Biasakanlah agar anak tidak minum terlalu banyak menjelang waktu tidur.
4. Usahakan agar anak dibiasakan untuk pergi ke kamar kecil sebelum naik ke tempat tidur. kira-kira 2 jam setelah tidur. usahakan pula untuk membangunkan anak dengan lembut, agar ia dapat pergi ke kamar kecil lagi.
5. Ada baiknya anak juga dilibatkan untuk mengatasi masalah akibat perbuatannya itu (mengompol) dengan suatu tindakan yang menunjukkan rasa tanggung jawabnya, misalnya dengan mengganti alas tidurnya atau menjemur kasurnya pada pagi hari. jadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan, sehingga anak pun terbiasa mengatasi masalahnya dengan jiwa yang optimis.
6. Apabila kebiasaan mengompol ini masih terus berlanjut dan penyebabnya adalah faktor fisik. kita dapat segera membawanya ke dokter ahli.
Pendekatan yang bijaksana akan lebih mudah menyelesaikan persoalan dibandingkan dengan cara-cara yang kasar atau memojokkan anak. dengan demikian usaha untuk menghentikan kebiasaannya mengompol juga akan dilakukan dengan sepenuh hati.
Sumber : Majalah Tika
BAGAIMANA CARA MENGATASI ANAK YANG SERING MENGIGAU
Seringkali kita mendengar anak-anak mengigau dalam tidurnya. hal ini kadang-kadang memang terasa aneh. akan tetapi, sebetulnya mengigau sering dialami oleh anak-anak usia BALITA pada saat tidur nyenyak. Mengigau adalah suatu keadaan ketika anak berkata-kata sendiri atau menggumamkan kata-kata tertentu yang kadang kurang jelas terdengar pada saat ia dalam keadaan tidur nyenyak. kata-kata tersebut dapat berupa ungkapan rasa takut, sedih, marah, ataupun merasa gembira.
Gangguan tidur seperti ini biasanya lebih sering ditimbulkan karena anak-anak pergi tidur dalam keadaan emosi. mungkin mereka terlalu letih bermain seharian, sehabis menyaksikan film yang menegangkan, atau mengalami keadaan cemas yang berlebih-lebihan. semua kejadian itu ditekan ke alam bawah sadarnya, kemudian muncul dalam mimpi dan mengigau. menghadapi keadaan seperti ini kita tidak perlu merasa terlalu cemas. kita dapat menghadapinya dengan tetap tenang dan menerapkan beberapa tips berikut :
1. Ciptakanlah suasana yang hangat pada jiwa anak, misalnya dengan memeluk dan mengecupnya hati-hati pada saat anak sedang mengigau.
2. Usahakanlah untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai ketika anak akan pergi tidur. hal ini dapat diusahakan dengan jalan membacakan dongeng pengantar tidur untuk anak.
3. jalinlah komunikasi yang baik dengan anak agar orangtua dapat memahami berbagai masalah psikologis yang sedang dialami anak secara lebih mendalam.
4. Hindarkanlah kegiatan fisik yang berlebihan pada saat menjelang tidur seperti meloncat-loncat di atas tempat tidur atau membuat lelucon yang membuat anak tertawa terpingkal-pingkal. keadaan tersebut dapat membuat emosi anak teransang secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan saat tidur.
5. Orangtua juga perlu berupaya agar dirinya berada dalam keadaan emosi yang stabil, tenang, dan dapat mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai perilaku anak.
Dengan terciptanya suasana yang nyaman dalam keseharian anak, diharapkan akan terbawa pula ke dalam tidurnya yang damai.
Sumber : Majalah Tika
Gangguan tidur seperti ini biasanya lebih sering ditimbulkan karena anak-anak pergi tidur dalam keadaan emosi. mungkin mereka terlalu letih bermain seharian, sehabis menyaksikan film yang menegangkan, atau mengalami keadaan cemas yang berlebih-lebihan. semua kejadian itu ditekan ke alam bawah sadarnya, kemudian muncul dalam mimpi dan mengigau. menghadapi keadaan seperti ini kita tidak perlu merasa terlalu cemas. kita dapat menghadapinya dengan tetap tenang dan menerapkan beberapa tips berikut :
1. Ciptakanlah suasana yang hangat pada jiwa anak, misalnya dengan memeluk dan mengecupnya hati-hati pada saat anak sedang mengigau.
2. Usahakanlah untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai ketika anak akan pergi tidur. hal ini dapat diusahakan dengan jalan membacakan dongeng pengantar tidur untuk anak.
3. jalinlah komunikasi yang baik dengan anak agar orangtua dapat memahami berbagai masalah psikologis yang sedang dialami anak secara lebih mendalam.
4. Hindarkanlah kegiatan fisik yang berlebihan pada saat menjelang tidur seperti meloncat-loncat di atas tempat tidur atau membuat lelucon yang membuat anak tertawa terpingkal-pingkal. keadaan tersebut dapat membuat emosi anak teransang secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan saat tidur.
5. Orangtua juga perlu berupaya agar dirinya berada dalam keadaan emosi yang stabil, tenang, dan dapat mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai perilaku anak.
Dengan terciptanya suasana yang nyaman dalam keseharian anak, diharapkan akan terbawa pula ke dalam tidurnya yang damai.
Sumber : Majalah Tika
BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN ANAK MEMASUKI DUNIA SEKOLAH
Lingkungan sekolah merupakan dunia luar bagi anak. sebelumnya anak hanya mengenal lingkungan di sekitar rumahnya. oleh karena itu lingkungan sekolah benar-benar menjadi dunia baru bagi anak. hal ini dapat menimbulkan ketakutan atau kecemasan tersendiri terutama jika para orangtua tidak mempersiapkan putra dan putrinya untuk menhadapi dunia barunya tersebut.
Tidak setiap anak memiliki respon yang sama ketika menghadapi hari-hari pertamanya masuk sekolah. ada yang menyambut gembira, namun ada juga yang tiba-tiba ngambek, tidak mau ditinggalkan atau mogok, dan tidak mau ikut pelajaran. ketakutan tersebut juga dapat diakibatkan karena anak-anak merasa tegang harus bertemu dengan teman-teman dan lingkungan baru. ulah anak-anak saat mengahadapi hari pertamanya masuk sekolah adalah hal wajar. jangankan anak-anak, orang dewasa pun akan merasakan hal yang sama dalam mengahadapi lingkungan yang baru.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk meminimalkan ketakutan atau kecemasan anak dalam menghadapi lingkungan barunya di sekolah :
1. Perkenalkanlah kepada anak apa yang akan dihadapi di sekolah. bila mungkin, ajaklah ia mengunjungi calon sekolahnya. dengan informasi mengenai ruangan kelasnya, murid-murid lain yang akan menjadi calon temannya, dan para guru yang akan mengejarnya nanti agar ia tidak merasa asing lagi.
2. Ceritakanlah apa yang akan dilakukan anak di sekolah. berikanlah penjelasan spesifik agar ia mempunyai gambaran yang lebih jelas untuk benar-benar mempersiapkan mentalnya. dengan demikian saat masuk sekolah ia tidak akan kaget, termasuk dalam menghadapi pelajaran yang akan diterimanya.
3. Orangtua hendaknya telah bersikap permisif dengan tetap tinggal dan menemani anak belajar saat hari pertamanya disekolah. hal tersebut dapat mengganggu proses kemandirian anak dalam proses sosialisasinya dengan lingkungan dan teman-teman barunya.
4. Anak-anak yang takut dan merasa cemas mungkin akan mengekspresikan ketakutannya lewat berbagai kemunduran perilaku, seperti mengisap ibu jari, ngompol, merengek-rengek, atau justru menarik diri dan marah tanpa sebab. Orantua hendaknya tidak membalas perilaku tersebut dengan emosi, melainkan tetap tenangdan menghibur dengan kata-kata yang menentramkan.
Jadi, yang paling penting dilakukan oleh orangtua adalah memberikan perasaan aman kepada anak dan mengurangi kegelisahannya saat akan masuk sekolah. selain itu, peran serta pihak sekolah juga sangat dibutuhkan. akan lebih baik jika pihak sekolah memberikan kesempatan bagi para murid baru berupa satu hari khusus perkenalan, baiksegi suasana, lingkungan, maupun pelajaran yang akan diberikan, hal ini diharapkan dapat membantu proses penyesuaian anak-anak yang baru akan memasuki dunia sekolah.
Sumber : Majalah Tika
Tidak setiap anak memiliki respon yang sama ketika menghadapi hari-hari pertamanya masuk sekolah. ada yang menyambut gembira, namun ada juga yang tiba-tiba ngambek, tidak mau ditinggalkan atau mogok, dan tidak mau ikut pelajaran. ketakutan tersebut juga dapat diakibatkan karena anak-anak merasa tegang harus bertemu dengan teman-teman dan lingkungan baru. ulah anak-anak saat mengahadapi hari pertamanya masuk sekolah adalah hal wajar. jangankan anak-anak, orang dewasa pun akan merasakan hal yang sama dalam mengahadapi lingkungan yang baru.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk meminimalkan ketakutan atau kecemasan anak dalam menghadapi lingkungan barunya di sekolah :
1. Perkenalkanlah kepada anak apa yang akan dihadapi di sekolah. bila mungkin, ajaklah ia mengunjungi calon sekolahnya. dengan informasi mengenai ruangan kelasnya, murid-murid lain yang akan menjadi calon temannya, dan para guru yang akan mengejarnya nanti agar ia tidak merasa asing lagi.
2. Ceritakanlah apa yang akan dilakukan anak di sekolah. berikanlah penjelasan spesifik agar ia mempunyai gambaran yang lebih jelas untuk benar-benar mempersiapkan mentalnya. dengan demikian saat masuk sekolah ia tidak akan kaget, termasuk dalam menghadapi pelajaran yang akan diterimanya.
3. Orangtua hendaknya telah bersikap permisif dengan tetap tinggal dan menemani anak belajar saat hari pertamanya disekolah. hal tersebut dapat mengganggu proses kemandirian anak dalam proses sosialisasinya dengan lingkungan dan teman-teman barunya.
4. Anak-anak yang takut dan merasa cemas mungkin akan mengekspresikan ketakutannya lewat berbagai kemunduran perilaku, seperti mengisap ibu jari, ngompol, merengek-rengek, atau justru menarik diri dan marah tanpa sebab. Orantua hendaknya tidak membalas perilaku tersebut dengan emosi, melainkan tetap tenangdan menghibur dengan kata-kata yang menentramkan.
Jadi, yang paling penting dilakukan oleh orangtua adalah memberikan perasaan aman kepada anak dan mengurangi kegelisahannya saat akan masuk sekolah. selain itu, peran serta pihak sekolah juga sangat dibutuhkan. akan lebih baik jika pihak sekolah memberikan kesempatan bagi para murid baru berupa satu hari khusus perkenalan, baiksegi suasana, lingkungan, maupun pelajaran yang akan diberikan, hal ini diharapkan dapat membantu proses penyesuaian anak-anak yang baru akan memasuki dunia sekolah.
Sumber : Majalah Tika
Langganan:
Postingan (Atom)